Minggu, 10 Maret 2013

Tanda bahaya TM III


TANDA-TANDA BAHAYA KEHAMILAN TM III

1.      Pengertian
Tanda bahaya kehamilan adalah tanda -tanda yang mengindikasikan adanya bahaya yang dapat terjadi selama kehamilan/periode antenatal, yang apabila tidak dilaporkan atau tidak terdeteksi bisa menyebabkan kematian ibu (Pusdiknakes, 2003).
2.      Macam-macam Tanda Bahaya Kehamilan Trimester III
a.       Perdarahan pervaginam
Perdarahan lewat jalan lahir dapat berupa warna merah segar atau kehitaman, banyak dan berulang, disertai atau tidak disertai nyeri perut. Perdarahan ini dapat berarti plasenta previa (plasenta yang menutupi jalan lahir) atau solusio plasenta yakni terlepasnya sebagian atau seluruh plasenta dari tempat perlekatannya pada dinding rahim sebelum bayi lahir.
b.      Sakit kepala yang hebat
Sakit kepala bisa terjadi selama kehamilan, dan seringkali merupakan ketidaknyamanan yang normal dalam kehamilan. Sakit kepala yang menunjukkan suatu masalah yang serius adalah sakit kepala yang hebat, yang menetap dan tidak hilang dengan beristirahat. Kadang-kadang dengan sakit kepala yang hebat tersebut, ibu mungkin menemukan bahwa penglihatannya menjadi kabur atau terbayang. Sakit kepala yang hebat dalam kehamilan adalah gejala dari eklampsi. 
c.       Gangguan masalah penglihatan
Karena pengaruh hormonal, ketajaman penglihatan ibu dapat berubah dalam kehamilan. Perubahan ringan (ringan) adalah normal. Masalah visual yang mengindikasikan keadaan yang mengancam jiwa adalah perubahan visual mendadak, misalnyan pandangan kabur atau terbayang. Perubahan penglihatan ini mungkin disertai dengan sakit kepala yang habat dan mungkin merupakan suatu tanda pre-eklamsi.
d.      Bengkak pada muka atau tangan
Hampir separuh dari ibu-ibu hamil akan mengalami bengkak yang normal pada kaki yang biasanya muncul pada sore hari dan biasanya hilang setelah beristirahat atau dengan berbaring sambil meninggikan kaki. Bengkak bisa menunjukkan adanya masalah serius jika muncul pada muka dan tangan, tidak hilang setelah beristirahat dan disertai dengan keluhan fisik yang lain. Hal ini dapat merupakan pertanda anemia, gagal jantung dan pre-eklampsi.
e.       Nyeri abdomen yang hebat
Nyeri perut yang mengindikasikan mengancam jiwa adalah nyeri yang hebat, menetap dan tidak hilang dengan beristirahat, dapat didahului atau disertai dengan perdarahan lewat jalan lahir. Hal ini bisa berarti persalinan prematur, solusio plasenta.
f.       Bayi kurang bergerak seperti biasa
Bayi kurang bergerak seperti biasa, ibu yang sudah pernah hamil dan melahirkan sebelumnya (multigravida) dapat merasakan gerakan bayinya pada usia kehamilan 16-18 minggu sedangkan pada ibu yang baru pertama kali hamil (primigravida) pada usia kehamilan 18-20 minggu. Bayi normal bergerak paling sedikit 3 kali dalam 1 jam jika ibu berbaring atau beristirahat dan jika ibu makan dan minum dengan baik. Jika gerakan janin kurang dari 3 kali dalam 1 jam,  komplikasi yang bisa timbul adalah IUFD (Intra uteri fetal death).
g.      Keluar air ketuban sebelum waktunya
Yang dinamakan ketuban pecah dini adalah apabila terjadi sebelum persalinan berlangsung yang disebabkan karena berkurangnya kekuatan membran atau meningkatnya tekanan intra uteri atau oleh kedua faktor tersebut, juga karena adanya infeksi yang dapat berasal dari vagina dan servik dan penilaiannya ditentukan dengan adanya cairan ketuban di vagina. Penentuan cairan ketuban dapat dilakukan dengan tes lakmus (nitrazin test) merah menjadi biru.

Sabtu, 09 Maret 2013

Metode Kanguru


Metode kanguru atau perawatan bayi lekat ditemukan sejak tahun 1983, sangat bermanfaat untuk merawat bayi yang lahir dengan berat badan rendah baik selama perawatan di rumah sakit ataupun di rumah. Metode kanguru mampu memenuhi kebutuhan asasi bayi berat lahir rendah dengan menyediakan situasi dan kondisi yang mirip dengan rahim ibu, sehinggga memberi peluang untuk dapat beradaptasi baik dengan dunia luar.
KEUNTUNGAN YANG DI DAPAT DARI METODE KANGURU BAGI PERAWATAN BAYI :
  • Meningkatkan hubungan emosi ibu – anak
  • Menstabilkan suhu tubuh , denyut jantung , dan pernafasan bayi
  • Meningkatkan pertumbuhan dan berat badan bayi dengan lebih baik
  • Mengurangi strea pada ibu dan bayi
  • Mengurangi lama menangis pada bayi
  • Memperbaiki keadaan emosi ibu dan bayi -Meningkatkan produksi asi
  • Menurunkan resiko terinfeksi selama perawatan di rumah sakit -Mempersingkat masa rawat di rumah sakit
APA SAJA KRITERIA BAYI UNTUK METODE KANGURU:

Selasa, 06 November 2012

Makalah ASI Eklsklusif


A.    Definisi ASI Eksklusif
ASI adalah sutu jenis makanan yang mencukupi seluruh unsur kebutuhan bayi baik fisik, psikologis, social, maupun spiritual.
ASI Eksklusif adalah pemberian ASI sedini mungkin setelah lahir sampai bayi berumur 6 bulan tanpa pemberian makanan lain. Tindakan ini akan terus merangsang produksi ASI sehingga pengeluaran ASI dapat mencukupi kebutuhan bayi dan bayi akan terhindar dari diare.
ASI eksklusif atau lebih tepat pemberian ASI secara eksklusif adalah bayi hanya diberi ASI saja, tanpa tambahan cairan lain seperti susu formula, jeruk, madu, air teh, air putih, dan tanpa tambahan makanan padat seperti pisang, pepaya, bubur susu, biskuit, bubur nasi, dan tim (Roesli U, 2005).
ASI mengandung nutrisi, hormon, unsur kekebalan faktor pertumbuhan, anti alergi, serta anti inflasi.
B.     Pengelompokan ASI
Macam – macam ASI :
1.Kolostrum
Merupakan cairan yang pertama kali keluar, berwarna kekuning – kuningan. Banyak mengandung protein, antibody (kekebalan tubuh),
2. Air Susu Masa Peralihan
Merupakan ASI peralihan dari kolostrum menjadi ASI matur. Terjadi pada hari ke 4 – 10,

Rabu, 31 Oktober 2012

Kontrasepsi


METODE KONTRASEPSI



  1. Pengertian  Kontrasepsi
Kontrasepsi adalah menghindari atau mencegah terjadinya kehamilan sebagai akibat adanya pertemuan antara sel telur dengan sel sperma.
Dalam memberikan asuhan kebidanan salah satunya seorang bidan dapat memberikan asuhan tentang keluarga berencana yang meliputi metode kontrasespsi, jenis-jenis kontrasepsi serta kekurangan dan kelebihannya.
 Metoda kontrasepsi dapat digunakan oleh pasangan usia subur secara rasional berdasarkan fase-fase kebutuhan seperti :
·         Masa menunda kehamilan, sebaiknya dilakukan oleh pasangan yang istrinya belum mencapai usia 20 th. Kontrasepsi yang cocok dan disarankan adalah pil KB, AKDR.
·         Masa mengatur/menjarangkan kehamilan, umur terbaik untuk melahirkan adalah 20-30th. Kontrasepsi yang cocok dan disarankan untuk kondisi ibu adalah suntik KB, pil KB,implan.
·         Masa mengakhiri kesuburan/tidak hamil lagi, sebaiknya saat sudah mempunyai 2anak dan umur istrinya lebih dari 30th. Kontrasepsi yang cocok dan disarankan adalah metoda kontap, AKDR, implan, suntik KB, pil KB.
  1. Jenis-jenis pelayanan dalam KB
Dalam memberikan pelayanan KB bidan mempunyai beberapa pandangan yang membedakan jenis-jenis metoda kontrasepsi sehingga para pengguna dan tenaga kesehatan dapat mengetahui kontresepsi secara baik, misalnya antara metoda kontrasepsi sementara dan metoda kontrasepsi permanen. Pengelompokan lain, adalah :

larutan desinfektan


MEMBUAT  LARUTAN DESINFEKTAN

Jenis desinfektan
·         Sabun yang mempunyai daya antiseptic , misalnya asepso, sopoderm.
·         Lisol
·         Kreolin
·         Savlon
·         Betadin
CARA MEMBUAT
1.       Larutan sabun
Untuk mencuci tangan dan peralatan, spt : alat tenun, logam, kaca, karet/plastic, kayu bercat dan berlapis formika
Alat :
1.       Sabun padat, sabun krim, sabun cair
2.       Gelas ukur/ spuit
3.       Timbangan
4.       Pisau/sendok makan
5.       Alat pengaduk
6.       Air panas/ hangat
7.       Ember/ baskom
Prosedur pelaksanaan :
a.       Larutan dari sabun krim/ padat
Masukan sabun padat sekurang2nya 4 gr ke dalam ember berisi 1 liter air panas / hanagat, lalu aduk sampai larut
b.      Larutan dari sabun cair
Campur  3 cc sabun cair dalam ember berisi 1 liter air hangat, kemudian aduk sampai rata
2.       Larutan Lisol dan Kreolin
Kegunaan :
1.       Lisol 0.5 %    : mencuci tangan
2.       Lisol 1 %       : desinfektan peralatan perawatan / ledokteran
3.       Lisol 2-3 %   : merendam peralatan yang digunakan pasien pengidap penyakit menular, selama 24 jam
4.       Kreolin          : mendesinfeksi lantai
5.       Kreolin 2 %  : mendesinfeksi lantai kamar mandi/WC/spulhok
Persiapan alat :
·         Larutan lisol
·         Gelas ukur
·         Ember berisi air
·         Ember / baskom
·         Kreolin
Prosedur pelaksanaan :
1.       Larutan lisol / kreolin 0.5 %
Campurkan 5 cc lisol atau kreolin ke dalam 1 liter air
2.       Larutan lisol / kreolin 2 % / 3 %
Campurkan  20 cc sampai 30 cc ke dalam 1 liter air

3.       LARUTAN SAVLON
Kegunaan :
1.       Savlon 0.5 %               : mencuci tangan
2.       Savlon 1 %                   : merendam peralatan perawatan/ kedokteran
Persiaupan alat :
1.       Savlon
2.       Gelas ukur
3.       Ember / baskom
4.       Ember berisi air secukupnya
Prosedur pelaksanaan :
1.       Larutan Savlon 0.5 %
Campur 5 cc savlon ke dalam 1 liter air
2.       Membuat savlon 1 %
Campurkan 10 cc savlon ke dalam 1 liter air

Rabu, 17 Oktober 2012

KTI Persalinan dg Lilitan Tali Pusat

BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang
Persalinan adalah proses  dimana bayi, plasenta dan selaput ketuban keluar dari uterus ibu. Persalinan dianggap normal jika prosesnya terjadi pada usia kehamilan cukup bulan (setelah 37 minggu) tanpa disertai adanya penyulit. Persalinan dimulai sejak uterus berkontraksi dan menyebabkan perubahan pada serviks (membuka dan menipis) dan berakhir dengan lahirnya plasenta secara lengkap. Ibu belum inpartu jika kontraksi uterus tidak mengakibatkan perubahan serviks. (JNKP-KR, 2008)
Persalinan dan kelahiran merupakan kajadian fisiologis yang normal dalam kehidupan. Kelahiran seorang bayi juga merupakan peristiwa sosial bagi ibu dan keluarga. Peranan ibu adalah melahirkan bayinya, sedangkan peran keluarga adalah memberi bantuan dan dukungan pada ibu ketika terjadi proses persalinan. Dalam hal ini peranan petugas kesehatan tidak kalah penting dalam memberikan batuan dan dukungan pada ibu agar seluruh rangkaian proses persalinan berlangsung dengan aman baik bagi ibu maupun bagi bayi yang dilahirkan (Sumarah, Yani dan Nining, 2008; h.1)